Selasa, 28 April 2015

berkataku dalam diam-mu

hari itu terulang kembali, hari dimana kau berikan senyum padaku
kita saling bertatap, tapi aku tak dapatkan cinta juga kasih sayang dari mata dan mulutmu.

terjadi lagi, kita kembali bersama di tempat yang masih sama.
tapi hanya sebagai teman. bahkan aku tak tahu kau anggap aku apa?
ku ikuti saja alurnya..

kau genggam tanganku, perutku tergelitik.
kau tatap mata ini dalam, aku tak sanggup lebih lama menatap mu.
hati yang senang bercampur ragu ini saling memarangi pikiranku.
jantung yang berdebar cepat, memaksaku untuk pergi dan berlari menjauhimu.

ku hembuskan nafas lebih dalam lagi, dan hati ku berkata,
"aku membohongi diriku sendiri, ternyata aku masih ingin memilikimu"
salahkah aku?
namun rasa takut ini selalu menghantui. apa yang salah dengan ini?

aku tak ingin pergi pun tak ingin mengejarmu.
tapi rasa ini terus memaksaku selalu dekat denganmu. salah kah diri ini?
kau...!!!!! berkatalah..!! ku mohon berkatalah meski hanya satu kalimat.
aku ingin mendengarnya.
apa yang harus ku lakukan ini?

Rabu, 08 April 2015

AWAL HUJAN DITENGAH KEMARAU

Deras hujan membasahi bumi.
memberi keteduhan untuk tanaman kering.
memberi cinta untuk lahan tandus.

Inilah saat yang paling ku nanti.
awal hujan ditengah kemarau.
wangi begitu wangi ku hirup,
bau tanah kering diguyur hujan.

saat ku hirup bau wanginya, sejuk ku rasa.
terpejam mataku nikmati aroma sejuk bau tanah.
sayang bau itu hanya ku rasakan di awal hujan.
maka aku selalu menunggu bau tanah di awal hujan.

kasih,
beri aku aroma sejuk itu.
aroma yang dapat meluluhkan semua jiwa.
kasih,
berikan ku awal hujan di tengah kemarau :)

Sabtu, 28 Maret 2015

TITIPAN RINDUKU


Malam telah ditelan mentari, embun pagi menyambut hangatnya dunia..
Ku buka mata dengan angan yang masih beterbangan..
Masih melayang jauh jiwaku bersama angan..

kini ku dengar kicau burung bernyanyi menyambut hati yang sunyi..
menyapa jiwa ku dengan ucapan selamat pagi..
cerahnya hari ini membangkitkan gairah semangatku bernyanyi..
melukiskan indahnya langit mentari, bersama burung yang menari..

satu di antara burung-burung itu mendekat pada ku..
seolah mengajakku bernyanyi dan menari bersama..
ucapku dalam hati pada burung itu “cik, cik.. pergilah.. bawa rinduku untuknya”
lalu senyumku membiarkannya pergi membawa rindu.

Kasih, rasaku tak pernah berubah..
Rindu dalam jiwa ini selalu menyakiti ragaku..
Sampaikah rindu ku pada mu?

JERIT PENYESALAN

Tuhan.. sudikah kiranya Engkau mengampuni jiwa raga yang hina ini?
sudikah kiranya engkau melihat aku memohon dengan tangis penuh penyesalan..
raga ini seperti telah membusuk dalam dunia fana..
jiwa ini seperti tak ada sisa putih lagi..


masih adakah sisa pengampunan untukku Tuhan?
sudikah kiranya Engkau memberiku kesempatan memasuki tampat itu?
tempat yang termahasyur indah dengan segala yang tak pernah ku temui didunia.
sudikah kiranya Engkau menuntunku ke lorong itu?


Tuhan.. izinkan aku merayu-Mu dengan doa yang ku panjatkan ini..
berilah aku perhatian-Mu..
dengarlah rayuanku ini..
"jangan biarkan aku memasuki Lubang Hitam" itu..
lubang yang termahsyur jahat, hina, dan menakutkan..

aku ingin selalu bersama-Mu.. tegurlah aku jika aku mulai menjauh dari-Mu..

Senin, 23 Maret 2015

TENGGELAM DALAM KE EGOISAN

Tahukah kamu, banyak kemungkinan kebenaran yang ku dengar tentang dirimu..
sulit kupercaya, karena keadaan yang pernah kita dapati bersama tak seperti yang mereka katakan. entahlah itu hanya wacana mereka yang ingin merusak kebahagiaanku atau melindungi aku dari dirimu.
bukan aku yang ingin mencari tahu kebenaran tentang dirimu, tapi justru mereka yang selalu menghadap ku dengan pernyataan yang membuatku bertanya-tanya. benarkah? haruskah ku percaya?
bahkan hati ini pun mulai ragu dengan segala yang ku rasakan, memang sepertinya tak pantas aku seperti ini karena jauh disana ada orang yang mungkin lebih mengharapkanmu kembali. lalu aku bagaimana?
mungkin Tuhan mempertemukan kita untuk saling mengevaluasi diri kita, tak banyak perubahan yang ku lihat dari dirimu. bukannya hati ini ingin memilikimu, "TIDAK"! hanya hatiku sedikit terusik dengan semua kebetulan-kebetulan itu.
semua itu tak berjalan sesuai harapan ku, apa yang harus ku lakukan?

jika kebahagiaan yang kurasakan saat bersamamu hanya kebohongan semata, aku tak ingin tahu kebenaran apapun. jika tawa kita saat itu hanya ilusi semata aku tak ingin semua itu menjadi nyata. biarlah itu semua menjadi ilusi jika memang kenyataan itu pahit.

yang ku tau pasti, aku bahagia dengan kau, mereka, dan semua yang berada didekatku. tak ingin u tafsirkan ragu yang ku rasakan ini biarlah seperti ini.

Rabu, 25 Februari 2015

SAHABAT TERBAIK



kami sering bertengkar, tetapi tidak jarang pula kami sering tertawa bersama...
pergi berpiknik menjalin ke akraban, saling mengerti satu sama lain..
mencari solusi bersama ditengah-tengah permasalahan yang ada...
melewati sulit dan senang bersama.. berpegang erat dan saling menatap satu samalain...
memeberikan kepercayaan seluas-luasnya, berjanji untuk meraih kebahagiaan itu bersama.. berlari mengejar mimpi, berusaha untuk yang terbaik..
tak perduli rintangan apa yang menunggu di depan sana.. kami jalani itu...
ibu... kau adalah sahabat terbaikku, kau lah yang selalu ada di saat ku merasa sulit.. ibu.. tataplah kembali mataku dengan tulus kasih sayangmu, dengarlah bahwa aku telah berjanji untuk membahagiakanmu... berjanji untuk menjagamu, dan dihari tua mu, aku pun telah berjanji akanselalu berada disisi mu.. takkan kubiarkan apapun menyakitimu. karena ketika ku kecil dulu, kau tak pernah membiarkan apapun melukaiku..

dihari tua mu nanti ketika muncul putih di rambutmu, aku akan tetap bangga memamerkan dirimu dihadapan kawan-kawan ku.. aku akan berkata kepada mereka bahwa kaulah sahabat terbaik yang ku miliki di dunia ini..

ibu.. kita akan tetap bahagia bersama sampai hari dimana salah satu diantara kita akan pergi menyelesaikan dunia..
Tuhan.. Ku mohon berikan waktu yang panjang untuk cerita bahagia kami...
Tuhan.. kami saling menyayangi, jangan biarkan sedikitpun kesedihan itu kulihat dari raut cantiknya ibuku.. jangan biarkan dunia ini mematahkan senyumnya...
kumohon dengarlah harap ku ini..
terimakasi telah memberikan ibu yang luar biasa ini untukku..
ibu... jadikanlah aku peri kecilmu selalu :)


Sabtu, 07 Februari 2015

CELENGAN RINDU

rindu...
rindu ini tak pernah berakhir...
sekali bertemu, ingin berkali-kali bersama..
sekali memandang, ingin berkali-kali bertatap..

rindu ini ingin rasanya ku pendam selalu..
namun aku tak sanggup menahannya..
maaf kasih jika aku aneh..
tapi rindu, dan cinta ini membuat ku bodoh..
seolah aku tak ingin jauh darimu..

aku bukan siapa-siapa..
tapi dihati ini ada namamu..
maaf jika kekonyolan ini mengganggumu..
tapi aku ingin menghancurkan celengan rindu ku ini..
agar kau tau aku ingin selalu bersamamu..


maaf freak HAHHA :D