Rabu, 11 November 2015

MENCARI CELAH BERTEMU AYAH

Dalam batinku aku mengenalmu, tapi mata ku tak pernah melihatmu.
Dalam lubuk hatiku aku merindukanmu.. sosok yang tak pernah ku ingat sebelumnya.
Aku sempat berfikir apakah hidupku ini nyata?
Apa aku benar-benar pernah dilahirkan ke bumi ini?
Atau hidup ini hanya mimpi-mimpi semata?
Aku tak pernah ingat kapan aku mengenalmu, tapi mimpi ku besar ingin bertemu denganmu.

Ayah.. apakah bumi ini menyembunyikanmu?
Ada kah engkau menggendong ku di saat aku menangis terkejut mengenal dunia ini?
Ada kah setitik rindumu untuk jiwaku?
Ayah.. Pernah kah engkau menyayangi ku dalam pelukmu?
Pernahkah engkau menitikan air mata dan menyebutku dalam doa mu?

Ayah.. di belahan bumi manapun engkau berada, aku tetap menginginkanmu.
Meski raga tak pernah bertemu, aku tetap mencintaimu.
Meski waktu belum sempat merekayasa pertemuan kita, aku tetap yakin akan hadirmu.


v  Selamat hari ayah dimana pun engkau berada. Meski rasa benci pernah menyelimutiku, aku tetap ingin melihat wajah yang termahsyur tampan itu. Ayah ampuni aku, izinkan aku bertemu barang 5 detik saja untuk sekedar melihat alis di wajahmu.

Selasa, 26 Mei 2015

BUMBU LANGIT YANG KEJAM

malam yang begitu sepi, aku lihat kelip bintang yang bergantungan dilangit..
kelip bintang itu mengingatkan aku pada kunang-kunang yang menari, sudah lama aku tak melihaatnya..
langitku kini sudah di hiasi oleh asap dari rumah-rumah raksasa yang berbaris disana..
tak ada lagi lapangan, tak ada lagi kehijauan, tak ada lagi cinta-cinta kecil kita..
yang tersisa hanya kupu-kupu berwarna gelap dengan jubahnya yang terkoyak..

kemana desa ku yang dulu indah..
sungai yang dulu sejernih langit disiang haripun berganti warna menjadi senja..
warna air yang mengalir disana bagaikan pelangi yang elok setelah hujan..
kini aku hidup ditengah-tengah kebisingan, dan kawanannya..

rasanya aku ingin bernafas lega, tapi malah sesak kurasa..
manusia-manusia itu bagaikan kawanan robot yang terprogram..
semua kepala tertunduk pada materil..
seolah mereka akan mati jika tak lakukan.

Miris, di siang hari aku melihatnya..
Kawanan prajurit kecil itu bermain bola di jalan-jalan tikus..
Menunggu datangnya hujan untuk menyegarkan tubuh mereka yang dahaga..
Namun sayang, hujan yang membasahi tubuh mereka pun tak cukup membantu..
Ingat langit kita sudah di bumbui dengan apa?
Ya itulah.. itulah langitku kini..

Minggu, 10 Mei 2015

Kesakitan Dalam Angan

bahagianya aku melihat seorang anak kecil di timang, dipangku..
aku rasa, aku tak pernah merasakannya..
masa kecil ku di dampingi oleh berbagai pengasuh..
apa aku tak pantas mendapatkan kasih sayangnya?

aku ini juga manusia, sama seperti anak lain..
aku ingin merasakan kasih sayangnya..
kepeduliannya, kepercayaannya..
apa aku boleh merasakannya?
boleh..?

tapi aku tak pernah..!
banyak kepedihan yang ku saksikan !
kepedihan ku melihat itu semua !
sampai kini pun aku tak sanggup mengingatnya !
tapi bayangan itu, terkadang selalu menghantui hidupku !

Ayah.. tak dapat kah aku menggapai pundakmu ?
meraih tanganmu ! mencuri hatimu dengan kecantikan ku saat ini?
kenapa seolah kau tak pernah menginginkan kehadiran ku?
apa yang salah ?

apakah ibuku melukai mu?
atau kau terhasut paras SETAN yang anggun dan jelita?
apa aku tak pantas melihat hidung mu !!
APA AKU TAK PANTAS?

ayah.. izinkan aku mengenalmu..
beri aku kesempatan menatap wajahmu..
aku ingin.. sebelum lubang kubur membatasi kita !




Rabu, 06 Mei 2015

Nugraha Cinta Pertama




Hari itu aku melihat wajahmu jelas, tepat dari sudut kiri mu.
Kau tolehkan pandangan mu pada langit yang begitu gelap dan mengkhawatirkan angin yang mengamuk disana.
Kilat petir dilangit pun menunjukkan aura yang seolah tak sudi melihat kebersamaan kita..

Pandanganku teralihkan wajahmu..
Lekuk halus mata mu, mengingatkan ku pada putri malu..
Hidungmu, terlihat lebih mancung dari sini..
Aku pun tak gusar memandangi lelaki yang pernah menjadi bahagiaku dulu..

Berbalas pandanganmu tajam, seolah ingin menerkam aku yang hanyut akan pesona..
Terhanyut ku dalam bayangan masa kecil kita dulu..
Kau bawa aku pergi menikmati pesona hijau bukit berhias rumput dan warna-warni bunga..
Kawanan ilalang itu menunduk, seolah tersipu dengan kemesraan kita berdua..

Tersadar aku dalam tawa dan canda kita dulu, mungkin kah aku jatuh cinta?
Sejauh mata memandang hanya kau dan tumpukan bukit yang mengayunkan mataku..
Haaahh.. indahnya waktu itu..
Sejuk, segar.. Lampu yang cerah itu tak redupkan mata ku melihat alam, dan sosokmu yang tak terlupakan.. J

Kau bawa aku larut dalam tawa mu, seluruh bahagiamu.. ku nikmati itu..
Ingin ku teriakan bahagiaku saat itu, habiskan waktu sepanjang hari berdua..
Apa kau ingat kisah cinta kita dulu ? kisah itu paling berkesan untukku.
Sungguh.. Aku begitu bahagia saat kamu ada..

Nugraha.. Sang cinta Maha karya-Nya yang indah, hadirlah menjadi nyata untuk jiwa ku..
Warnai hariku dengan keindahan cintamu..
Buatlah aku merasa teristimewa..
Nugraha cintaku.. telah ku panjatkan doa ku pada-Nya..
Selamat ulang tahun, berbahagialah kamu dari ketiadaan diriku..

Rabu, 29 April 2015

orang kecil butuh makan!

Makan..!! Makan..!!
Kesejahteraan untuk kami adalah makan!
Dapur ngebul, anak bisa makan!
Tapi untuk perut saja kami harus berhutang!

Tak lantas lezatnya makanan yang kami kunyah ini tertelan sampai perut!
Karena hutang kami selalu bertambah tiap harinya.
MAKAN...!!!!
perilaku kami kian hari makin membuas layaknya binatang liar kelaparan!
Jika hidup kami enak seperti kalian, makan tanpa beban maka kami pun tak lakukan !

Dihadapkan dengan pilihan, ini lah hidup kami ! Memilih mati kelaparan atau menerkam, mencekram apapun yang kami lihat.

Ini naluri kami semua! Memberikan gizi yang cukup untuk hak perut kami !
Untuk mempertahankan hidup kami !
Untuk melanjutkan keturunan kami !

Banyak juga yang tlah dikorbankan, nyawa pribadi, juga nyawa sanak sekeluarga!
Tapi makan! Hal terpenting yg harus terpenuhi !

Kau pikir hanya yang berpakaian necis dan berambut klimis saja yang berhak menyatap kelezatan makanan?
Aku yang mengukir tubuhku dengan keruncingan jarum pun harus menikmati kelezatannya!
Akulah generasi anti kemunafikan !
Ku lakukan ini semua tanpa menyembunyikannya dari pakaian tebal hitam nan rapih!

Jika ingin ku makan, MAKAN! akan ku habisi tanpa sisa.
Akan kubagi kenikmatan ini untuk anak-anakku. Jangan sesekali kau usik ini !

Selasa, 28 April 2015

berkataku dalam diam-mu

hari itu terulang kembali, hari dimana kau berikan senyum padaku
kita saling bertatap, tapi aku tak dapatkan cinta juga kasih sayang dari mata dan mulutmu.

terjadi lagi, kita kembali bersama di tempat yang masih sama.
tapi hanya sebagai teman. bahkan aku tak tahu kau anggap aku apa?
ku ikuti saja alurnya..

kau genggam tanganku, perutku tergelitik.
kau tatap mata ini dalam, aku tak sanggup lebih lama menatap mu.
hati yang senang bercampur ragu ini saling memarangi pikiranku.
jantung yang berdebar cepat, memaksaku untuk pergi dan berlari menjauhimu.

ku hembuskan nafas lebih dalam lagi, dan hati ku berkata,
"aku membohongi diriku sendiri, ternyata aku masih ingin memilikimu"
salahkah aku?
namun rasa takut ini selalu menghantui. apa yang salah dengan ini?

aku tak ingin pergi pun tak ingin mengejarmu.
tapi rasa ini terus memaksaku selalu dekat denganmu. salah kah diri ini?
kau...!!!!! berkatalah..!! ku mohon berkatalah meski hanya satu kalimat.
aku ingin mendengarnya.
apa yang harus ku lakukan ini?

Rabu, 08 April 2015

AWAL HUJAN DITENGAH KEMARAU

Deras hujan membasahi bumi.
memberi keteduhan untuk tanaman kering.
memberi cinta untuk lahan tandus.

Inilah saat yang paling ku nanti.
awal hujan ditengah kemarau.
wangi begitu wangi ku hirup,
bau tanah kering diguyur hujan.

saat ku hirup bau wanginya, sejuk ku rasa.
terpejam mataku nikmati aroma sejuk bau tanah.
sayang bau itu hanya ku rasakan di awal hujan.
maka aku selalu menunggu bau tanah di awal hujan.

kasih,
beri aku aroma sejuk itu.
aroma yang dapat meluluhkan semua jiwa.
kasih,
berikan ku awal hujan di tengah kemarau :)