Selasa, 27 September 2016
Sabtu, 20 Agustus 2016
Sahabat Baru dari Balai Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra Cileungsi Bogor
Balai
Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra atau biasa disebut dengan BRSMP Cileungsi
Bogor, tempat ini merupakan panti sosial anak-anak dibawah umur yang berhadapan
dengan hukum. Anak-anak berhadapan dengan Hukum (ABH) ini akrab disapa klien
oleh para pegawai, sekitar 40 klien yang tinggal di BRSMP dengan berbagai
masalah tindak pidana. Misalnya seperti kepemilikan senjata tajam, pembunuhan
atau pengkroyokan, penyalahgunaan narkoba sampai kasus pemerkosaan anak dibawah
umur. Mungkin ini bisa dibilang pengalaman baru untuk kami berada di wilayah
anak-anak yang berhadapan dengan hukum, karena karakter mereka yang sudah menyimpang
karena tindak pidana dan karakter yang semakin liar karena beberapa diantara
mereka pernah merasakan pahitnya tinggal di dalam jeruji besi. Sedikit cerita
yang pernah kami dapat dari pengalaman para klien, yakni kepedihan mereka
merasakan tinggal bersama narapidana yang lain. Mereka mengaku pernah di paksa
untuk tidur di wc oleh kepala kamar dan napi lainnya, mereka pernah juga
merasakan di siksa dalam kekerasan fisik hingga dipaksa untuk meminum air
(maaf) kenc*ng para napi lainnya.
Singkat
cerita awalnya kami merasa heran dan bingung dengan kondisi yang benar-benar
carut ini, karena awalnya kami fikir ABH itu begitu mengerikan begitu liar dan
sulit untuk dikondisikan. Tapi ketika kami berbaur bersama dalam lingkungan
mereka, rasanya begitu enggan untuk meninggalkan mereka. Sebab setelah kami
tinggal di lingkungan itu selama kurang lebih satu bulan, kami merasa mereka
tetaplah anak remaja yang masih mencari jati dirinya dan masih banyak lagi
pengarahan dari orang tua atau orang-orang di sekitarnya agar hidup mereka
tentu arahnya. Alasan lainnya adalah kami merasa terenyuh ketika beberapa klien
diantara mereka ternyata adalah seorang tahfidz Qur’an, mereka mampu mengimami
shalat kami. Mereka biasa melakukan tadarus Qur’an hingga sepertiga malam,
belum lagi sikap mereka yang begitu manis terhadap kami membuat kami semakin
terenyuh mengenal sosok mereka.
Di
tempat ini kami tidak hanya mendapatkan ilmu administrasi kantor saja melainkan
dari sisi sosialnya yang tentu saja sesuai dengan program studi yang kami
tempuh. Di akhir kegiatan PKL kami pun keseruan yang tak terlupakan itu lebih
terasa. Kami teman-teman mahasiswa dari UIN Bandung membuat acara perpisahan
dalam bentuk lomba-lomba seperti lomba adzan, lomba dakwah, lomba menulis puisi
dan lomba-lomba lainnya serta puncak acaranya adalah lomba mojang&jajaka
BRSMP, yang kebetulan balai ini membina klien khusus laki-laki. Jadi diantara
mereka yang mengikuti lomba ini harus rela dijadikan sebagai mojangnya
(wanita). Di puncak acara ini senyum dan tawa seolah tak berhenti dari tiap
orang yang hadir di acara tersebut. Ini mungkin adalah hal yang benar-benar
tidak akan pernah terlupakan oleh siapapun yang hadir pada waktu itu. Siapa
yang sangka para x-Napi itu begitu cantik setelah di dandani oleh teman-teman
mahasiswa, mereka juga mengenakan baju dari material ko9ran. Baju-baju tersebut
mereka design sendiri menggunakan kreatifitas masing-masing. Karena disana
terdapat keterampilan menjahit maka tidak begitu sulit untuk mereka membuat
pakaian tersebut.
Mereka
para lelaki itu sangat terampil dalam menjahit pakaian, selama kami disana
tidak jarang kami meminta bantuan untuk di jahitkan sesuatu bahan yang rusak.
Tidak hanya itu, mereka juga disana diberi keterampilan pertukangan
(Furniture), Las, Montir Motor, dan Teknik Dinamo. Sungguh berkesan bukan?
Mereka yang telah menjalani rehab selama kurang lebih 6bulan, akan diberikan
turkit (alat modal) sesuai keterampilan yang di ambilnya. Tidak hanya itu di
dalam sana mereka juga diberikan fasilitas seperti tempat tinggal, makan,
snack, kerajinan tangan Koran dan botol.
Begitu
banyak pengalaman yang tak terlupakan yang kami dapat di dalam sana, kalian
para fresh reader kalau ingin
berkunjung kesana untuk mengenal mereka jangan lupa membawa banyak makanan
ringan seperti Sukro dan
kacang-kacangan lainnya karena mereka sangat hobi memakan makanan tersebut.
berikut ini adalah beberapa dari serangkaian kegiatan acara yang kami lakukan:
| sambutan dari kepala balai rehabilitasi marsudi putra |
| selesai makan malam dan shalat isya berjama'ah berfoto ria di depan asrama klien. |
| Mengulang massa kecil yang indah bermain ombak-ombakan, karena sebuah permainan tidak akan membuat kita tua namun ketika kita sudah tua segala permainan akan terhenti. |
![]() |
| sarapan pagi bersama klien |
![]() |
| ruang kegiatan keterampilan teknik dinamo. |
![]() |
| ini dia yang gak kalah menarik ada juga dari keterampilan menjahit, mereka juga udah biasa dapat pesanan kemeja para pegawai negeri loh :) |
![]() |
| ini kita lagi ikutan belajar membuat kerajinan dari koran. |
![]() |
| nah itu dia koran yang di buat menjadi vespa oleh sahabat kami salman, di balik kasus yang dialaminya dia ini seorang ustadz loh :D |
![]() |
| ini kami lagi mengisi materi kelas para klien, untuk melatih mental dan moral mereka kembali. materi kewarganegaraan itu sangat diperlukan. |
![]() |
| INI SELVI RIA KITAAHH haha:D |
![]() |
| nah ini sedikit kejutan untuk sahabat kita yang berulang tahun, tebak yang mana yang ulangtahunnya hehehe |
| nah ini dia salah satu sahabat, partner seperjuangan saya. |
| pakaian yang mereka pakai itu adalah hasil karya dan kreativitas mereka sendiri loh, membuat kostum sendiri dengan material koran. |
| nah ini kita foto bersama teman-teman klien dan para pegawai BRSMP. |
| ini dia pemenang mojang jajaka BRSMP, gimana? yang jadi wanita lebih cantik dari wanita tulen loh haha. si mojang berinisial yaa sebut saja namanya fadil, dan si jajaka ini andika. |
| benerkaaannn.. si mojang itu mengalahkan kecantikan wanita asliiiiii :D |
| ini salman salah satu sahabat kitaaa,, luar biasa mojang ini syar'i sekali hahah :) |
| mungkin ia lebih mudah disebut jeng salman hahah |
Rabu, 11 November 2015
MENCARI CELAH BERTEMU AYAH
Dalam batinku aku mengenalmu, tapi mata ku tak pernah
melihatmu.
Dalam lubuk hatiku aku merindukanmu.. sosok yang tak pernah
ku ingat sebelumnya.
Aku sempat berfikir apakah hidupku ini nyata?
Apa aku benar-benar pernah dilahirkan ke bumi ini?
Atau hidup ini hanya mimpi-mimpi semata?
Aku tak pernah ingat kapan aku mengenalmu, tapi mimpi ku
besar ingin bertemu denganmu.
Ayah.. apakah bumi ini menyembunyikanmu?
Ada kah engkau menggendong ku di saat aku menangis terkejut
mengenal dunia ini?
Ada kah setitik rindumu untuk jiwaku?
Ayah.. Pernah kah engkau menyayangi ku dalam pelukmu?
Pernahkah engkau menitikan air mata dan menyebutku dalam doa
mu?
Ayah.. di belahan bumi manapun engkau berada, aku tetap
menginginkanmu.
Meski raga tak pernah bertemu, aku tetap mencintaimu.
Meski waktu belum sempat merekayasa pertemuan kita, aku
tetap yakin akan hadirmu.
v
Selamat hari ayah dimana
pun engkau berada. Meski rasa benci pernah menyelimutiku, aku tetap ingin
melihat wajah yang termahsyur tampan itu. Ayah ampuni aku, izinkan aku bertemu
barang 5 detik saja untuk sekedar melihat alis di wajahmu.
Selasa, 26 Mei 2015
BUMBU LANGIT YANG KEJAM
malam yang begitu sepi, aku lihat kelip bintang yang bergantungan dilangit..
kelip bintang itu mengingatkan aku pada kunang-kunang yang menari, sudah lama aku tak melihaatnya..
langitku kini sudah di hiasi oleh asap dari rumah-rumah raksasa yang berbaris disana..
tak ada lagi lapangan, tak ada lagi kehijauan, tak ada lagi cinta-cinta kecil kita..
yang tersisa hanya kupu-kupu berwarna gelap dengan jubahnya yang terkoyak..
kemana desa ku yang dulu indah..
sungai yang dulu sejernih langit disiang haripun berganti warna menjadi senja..
warna air yang mengalir disana bagaikan pelangi yang elok setelah hujan..
kini aku hidup ditengah-tengah kebisingan, dan kawanannya..
rasanya aku ingin bernafas lega, tapi malah sesak kurasa..
manusia-manusia itu bagaikan kawanan robot yang terprogram..
semua kepala tertunduk pada materil..
seolah mereka akan mati jika tak lakukan.
Miris, di siang hari aku melihatnya..
Kawanan prajurit kecil itu bermain bola di jalan-jalan tikus..
Menunggu datangnya hujan untuk menyegarkan tubuh mereka yang dahaga..
Namun sayang, hujan yang membasahi tubuh mereka pun tak cukup membantu..
Ingat langit kita sudah di bumbui dengan apa?
Ya itulah.. itulah langitku kini..
kelip bintang itu mengingatkan aku pada kunang-kunang yang menari, sudah lama aku tak melihaatnya..
langitku kini sudah di hiasi oleh asap dari rumah-rumah raksasa yang berbaris disana..
tak ada lagi lapangan, tak ada lagi kehijauan, tak ada lagi cinta-cinta kecil kita..
yang tersisa hanya kupu-kupu berwarna gelap dengan jubahnya yang terkoyak..
kemana desa ku yang dulu indah..
sungai yang dulu sejernih langit disiang haripun berganti warna menjadi senja..
warna air yang mengalir disana bagaikan pelangi yang elok setelah hujan..
kini aku hidup ditengah-tengah kebisingan, dan kawanannya..
rasanya aku ingin bernafas lega, tapi malah sesak kurasa..
manusia-manusia itu bagaikan kawanan robot yang terprogram..
semua kepala tertunduk pada materil..
seolah mereka akan mati jika tak lakukan.
Miris, di siang hari aku melihatnya..
Kawanan prajurit kecil itu bermain bola di jalan-jalan tikus..
Menunggu datangnya hujan untuk menyegarkan tubuh mereka yang dahaga..
Namun sayang, hujan yang membasahi tubuh mereka pun tak cukup membantu..
Ingat langit kita sudah di bumbui dengan apa?
Ya itulah.. itulah langitku kini..
Minggu, 10 Mei 2015
Kesakitan Dalam Angan
bahagianya aku melihat seorang anak kecil di timang, dipangku..
aku rasa, aku tak pernah merasakannya..
masa kecil ku di dampingi oleh berbagai pengasuh..
apa aku tak pantas mendapatkan kasih sayangnya?
aku ini juga manusia, sama seperti anak lain..
aku ingin merasakan kasih sayangnya..
kepeduliannya, kepercayaannya..
apa aku boleh merasakannya?
boleh..?
tapi aku tak pernah..!
banyak kepedihan yang ku saksikan !
kepedihan ku melihat itu semua !
sampai kini pun aku tak sanggup mengingatnya !
tapi bayangan itu, terkadang selalu menghantui hidupku !
Ayah.. tak dapat kah aku menggapai pundakmu ?
meraih tanganmu ! mencuri hatimu dengan kecantikan ku saat ini?
kenapa seolah kau tak pernah menginginkan kehadiran ku?
apa yang salah ?
apakah ibuku melukai mu?
atau kau terhasut paras SETAN yang anggun dan jelita?
apa aku tak pantas melihat hidung mu !!
APA AKU TAK PANTAS?
ayah.. izinkan aku mengenalmu..
beri aku kesempatan menatap wajahmu..
aku ingin.. sebelum lubang kubur membatasi kita !
aku rasa, aku tak pernah merasakannya..
masa kecil ku di dampingi oleh berbagai pengasuh..
apa aku tak pantas mendapatkan kasih sayangnya?
aku ini juga manusia, sama seperti anak lain..
aku ingin merasakan kasih sayangnya..
kepeduliannya, kepercayaannya..
apa aku boleh merasakannya?
boleh..?
tapi aku tak pernah..!
banyak kepedihan yang ku saksikan !
kepedihan ku melihat itu semua !
sampai kini pun aku tak sanggup mengingatnya !
tapi bayangan itu, terkadang selalu menghantui hidupku !
Ayah.. tak dapat kah aku menggapai pundakmu ?
meraih tanganmu ! mencuri hatimu dengan kecantikan ku saat ini?
kenapa seolah kau tak pernah menginginkan kehadiran ku?
apa yang salah ?
apakah ibuku melukai mu?
atau kau terhasut paras SETAN yang anggun dan jelita?
apa aku tak pantas melihat hidung mu !!
APA AKU TAK PANTAS?
ayah.. izinkan aku mengenalmu..
beri aku kesempatan menatap wajahmu..
aku ingin.. sebelum lubang kubur membatasi kita !
Rabu, 06 Mei 2015
Nugraha Cinta Pertama
Hari itu aku
melihat wajahmu jelas, tepat dari sudut kiri mu.
Kau tolehkan
pandangan mu pada langit yang begitu gelap dan mengkhawatirkan angin yang
mengamuk disana.
Kilat petir
dilangit pun menunjukkan aura yang seolah tak sudi melihat kebersamaan kita..
Pandanganku
teralihkan wajahmu..
Lekuk halus mata
mu, mengingatkan ku pada putri malu..
Hidungmu,
terlihat lebih mancung dari sini..
Aku pun tak
gusar memandangi lelaki yang pernah menjadi bahagiaku dulu..
Berbalas
pandanganmu tajam, seolah ingin menerkam aku yang hanyut akan pesona..
Terhanyut ku
dalam bayangan masa kecil kita dulu..
Kau bawa aku
pergi menikmati pesona hijau bukit berhias rumput dan warna-warni bunga..
Kawanan ilalang
itu menunduk, seolah tersipu dengan kemesraan kita berdua..
Tersadar aku
dalam tawa dan canda kita dulu, mungkin kah aku jatuh cinta?
Sejauh mata
memandang hanya kau dan tumpukan bukit yang mengayunkan mataku..
Haaahh..
indahnya waktu itu..
Sejuk, segar.. Lampu
yang cerah itu tak redupkan mata ku melihat alam, dan sosokmu yang tak
terlupakan.. J
Kau bawa aku
larut dalam tawa mu, seluruh bahagiamu.. ku nikmati itu..
Ingin ku
teriakan bahagiaku saat itu, habiskan waktu sepanjang hari berdua..
Apa kau ingat
kisah cinta kita dulu ? kisah itu paling berkesan untukku.
Sungguh.. Aku
begitu bahagia saat kamu ada..
Nugraha.. Sang
cinta Maha karya-Nya yang indah, hadirlah menjadi nyata untuk jiwa ku..
Warnai hariku
dengan keindahan cintamu..
Buatlah aku
merasa teristimewa..
Nugraha
cintaku.. telah ku panjatkan doa ku pada-Nya..
Selamat ulang
tahun, berbahagialah kamu dari ketiadaan diriku..
Rabu, 29 April 2015
orang kecil butuh makan!
Makan..!! Makan..!!
Kesejahteraan untuk kami adalah makan!
Dapur ngebul, anak bisa makan!
Tapi untuk perut saja kami harus berhutang!
Tak lantas lezatnya makanan yang kami kunyah ini tertelan sampai perut!
Karena hutang kami selalu bertambah tiap harinya.
MAKAN...!!!!
perilaku kami kian hari makin membuas layaknya binatang liar kelaparan!
Jika hidup kami enak seperti kalian, makan tanpa beban maka kami pun tak lakukan !
Dihadapkan dengan pilihan, ini lah hidup kami ! Memilih mati kelaparan atau menerkam, mencekram apapun yang kami lihat.
Ini naluri kami semua! Memberikan gizi yang cukup untuk hak perut kami !
Untuk mempertahankan hidup kami !
Untuk melanjutkan keturunan kami !
Banyak juga yang tlah dikorbankan, nyawa pribadi, juga nyawa sanak sekeluarga!
Tapi makan! Hal terpenting yg harus terpenuhi !
Kau pikir hanya yang berpakaian necis dan berambut klimis saja yang berhak menyatap kelezatan makanan?
Aku yang mengukir tubuhku dengan keruncingan jarum pun harus menikmati kelezatannya!
Akulah generasi anti kemunafikan !
Ku lakukan ini semua tanpa menyembunyikannya dari pakaian tebal hitam nan rapih!
Jika ingin ku makan, MAKAN! akan ku habisi tanpa sisa.
Akan kubagi kenikmatan ini untuk anak-anakku. Jangan sesekali kau usik ini !
Kesejahteraan untuk kami adalah makan!
Dapur ngebul, anak bisa makan!
Tapi untuk perut saja kami harus berhutang!
Tak lantas lezatnya makanan yang kami kunyah ini tertelan sampai perut!
Karena hutang kami selalu bertambah tiap harinya.
MAKAN...!!!!
perilaku kami kian hari makin membuas layaknya binatang liar kelaparan!
Jika hidup kami enak seperti kalian, makan tanpa beban maka kami pun tak lakukan !
Dihadapkan dengan pilihan, ini lah hidup kami ! Memilih mati kelaparan atau menerkam, mencekram apapun yang kami lihat.
Ini naluri kami semua! Memberikan gizi yang cukup untuk hak perut kami !
Untuk mempertahankan hidup kami !
Untuk melanjutkan keturunan kami !
Banyak juga yang tlah dikorbankan, nyawa pribadi, juga nyawa sanak sekeluarga!
Tapi makan! Hal terpenting yg harus terpenuhi !
Kau pikir hanya yang berpakaian necis dan berambut klimis saja yang berhak menyatap kelezatan makanan?
Aku yang mengukir tubuhku dengan keruncingan jarum pun harus menikmati kelezatannya!
Akulah generasi anti kemunafikan !
Ku lakukan ini semua tanpa menyembunyikannya dari pakaian tebal hitam nan rapih!
Jika ingin ku makan, MAKAN! akan ku habisi tanpa sisa.
Akan kubagi kenikmatan ini untuk anak-anakku. Jangan sesekali kau usik ini !
Langganan:
Postingan (Atom)











