Sabtu, 20 Agustus 2016

Sahabat Baru dari Balai Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra Cileungsi Bogor



Balai Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra atau biasa disebut dengan BRSMP Cileungsi Bogor, tempat ini merupakan panti sosial anak-anak dibawah umur yang berhadapan dengan hukum. Anak-anak berhadapan dengan Hukum (ABH) ini akrab disapa klien oleh para pegawai, sekitar 40 klien yang tinggal di BRSMP dengan berbagai masalah tindak pidana. Misalnya seperti kepemilikan senjata tajam, pembunuhan atau pengkroyokan, penyalahgunaan narkoba sampai kasus pemerkosaan anak dibawah umur. Mungkin ini bisa dibilang pengalaman baru untuk kami berada di wilayah anak-anak yang berhadapan dengan hukum, karena karakter mereka yang sudah menyimpang karena tindak pidana dan karakter yang semakin liar karena beberapa diantara mereka pernah merasakan pahitnya tinggal di dalam jeruji besi. Sedikit cerita yang pernah kami dapat dari pengalaman para klien, yakni kepedihan mereka merasakan tinggal bersama narapidana yang lain. Mereka mengaku pernah di paksa untuk tidur di wc oleh kepala kamar dan napi lainnya, mereka pernah juga merasakan di siksa dalam kekerasan fisik hingga dipaksa untuk meminum air (maaf) kenc*ng para napi lainnya.
Singkat cerita awalnya kami merasa heran dan bingung dengan kondisi yang benar-benar carut ini, karena awalnya kami fikir ABH itu begitu mengerikan begitu liar dan sulit untuk dikondisikan. Tapi ketika kami berbaur bersama dalam lingkungan mereka, rasanya begitu enggan untuk meninggalkan mereka. Sebab setelah kami tinggal di lingkungan itu selama kurang lebih satu bulan, kami merasa mereka tetaplah anak remaja yang masih mencari jati dirinya dan masih banyak lagi pengarahan dari orang tua atau orang-orang di sekitarnya agar hidup mereka tentu arahnya. Alasan lainnya adalah kami merasa terenyuh ketika beberapa klien diantara mereka ternyata adalah seorang tahfidz Qur’an, mereka mampu mengimami shalat kami. Mereka biasa melakukan tadarus Qur’an hingga sepertiga malam, belum lagi sikap mereka yang begitu manis terhadap kami membuat kami semakin terenyuh mengenal sosok mereka.
Di tempat ini kami tidak hanya mendapatkan ilmu administrasi kantor saja melainkan dari sisi sosialnya yang tentu saja sesuai dengan program studi yang kami tempuh. Di akhir kegiatan PKL kami pun keseruan yang tak terlupakan itu lebih terasa. Kami teman-teman mahasiswa dari UIN Bandung membuat acara perpisahan dalam bentuk lomba-lomba seperti lomba adzan, lomba dakwah, lomba menulis puisi dan lomba-lomba lainnya serta puncak acaranya adalah lomba mojang&jajaka BRSMP, yang kebetulan balai ini membina klien khusus laki-laki. Jadi diantara mereka yang mengikuti lomba ini harus rela dijadikan sebagai mojangnya (wanita). Di puncak acara ini senyum dan tawa seolah tak berhenti dari tiap orang yang hadir di acara tersebut. Ini mungkin adalah hal yang benar-benar tidak akan pernah terlupakan oleh siapapun yang hadir pada waktu itu. Siapa yang sangka para x-Napi itu begitu cantik setelah di dandani oleh teman-teman mahasiswa, mereka juga mengenakan baju dari material ko9ran. Baju-baju tersebut mereka design sendiri menggunakan kreatifitas masing-masing. Karena disana terdapat keterampilan menjahit maka tidak begitu sulit untuk mereka membuat pakaian tersebut.
Mereka para lelaki itu sangat terampil dalam menjahit pakaian, selama kami disana tidak jarang kami meminta bantuan untuk di jahitkan sesuatu bahan yang rusak. Tidak hanya itu, mereka juga disana diberi keterampilan pertukangan (Furniture), Las, Montir Motor, dan Teknik Dinamo. Sungguh berkesan bukan? Mereka yang telah menjalani rehab selama kurang lebih 6bulan, akan diberikan turkit (alat modal) sesuai keterampilan yang di ambilnya. Tidak hanya itu di dalam sana mereka juga diberikan fasilitas seperti tempat tinggal, makan, snack, kerajinan tangan Koran dan botol.
Begitu banyak pengalaman yang tak terlupakan yang kami dapat di dalam sana, kalian para fresh reader kalau ingin berkunjung kesana untuk mengenal mereka jangan lupa membawa banyak makanan ringan seperti Sukro dan kacang-kacangan lainnya karena mereka sangat hobi memakan makanan tersebut.
berikut ini adalah beberapa dari serangkaian kegiatan acara yang kami lakukan:


sambutan dari kepala balai  rehabilitasi marsudi putra

selesai makan malam dan shalat isya berjama'ah berfoto ria di depan asrama klien.

Mengulang massa kecil yang indah bermain ombak-ombakan, karena sebuah permainan tidak akan membuat kita tua namun ketika kita sudah tua segala permainan akan terhenti.

sarapan pagi bersama klien

ruang kegiatan keterampilan teknik dinamo.

keterampilan pertukangan kayu atau biasa kita sebut furniture, keterampilan ini udah menghasilkan barang yang bernilai ekonomis, misalnya seperti pessanan kursi meja lemari dan alat rumah tangga lainnya.

ini dia yang gak kalah menarik ada juga dari keterampilan menjahit, mereka juga udah biasa dapat pesanan kemeja para pegawai negeri loh :)

ini kita lagi ikutan belajar membuat kerajinan dari koran.

nah itu dia koran yang di buat menjadi vespa oleh sahabat kami salman, di balik kasus yang dialaminya dia ini seorang ustadz loh :D

ini kami lagi mengisi materi kelas para klien, untuk melatih mental dan moral mereka kembali. materi kewarganegaraan itu sangat diperlukan.


ini saat mereka semua bersorak sorai menyuarakan proklamasi kemerdekaan indonesia, dengan suaranya yang gagah dan menantang ini merinding loh dengernya. berasa lagi di tahun 1945 bareng bung karno-hatta :D


INI SELVI RIA KITAAHH haha:D


nah ini sedikit kejutan untuk sahabat kita yang berulang tahun, tebak yang mana yang ulangtahunnya hehehe


nah ini dia salah satu sahabat, partner seperjuangan saya.

ini ABH (Adang, Budi, Handa) singkat cerita ada keseruan di balik nama mereka, gak cuma itu bapak-bapak ini frindly, and so kind ! kalian yang berkunjung ke BRSMP wajib ketemu sama Brandambassadornya BRSMP, iyaa.. bapak-bapak ABH ini haha :D

nah ini puncak acara perpisahan kami, ini adalah perlombaan mojang jajaka BRSMP 2016, mereka in ikebetulan laki-laki semua. tapi karena namanya juga mojang dan jajaka. yang laki juga wajib dijadikan mojang.

pakaian yang mereka pakai itu adalah hasil karya dan kreativitas mereka sendiri loh, membuat kostum sendiri dengan material koran.

nah ini kita foto bersama teman-teman klien dan para pegawai BRSMP.


ini dia pemenang mojang jajaka BRSMP, gimana? yang jadi wanita lebih cantik dari wanita tulen loh haha. si mojang berinisial yaa sebut saja namanya fadil, dan si jajaka ini andika.

benerkaaannn.. si mojang itu mengalahkan kecantikan wanita asliiiiii :D

ini salman salah satu sahabat kitaaa,, luar biasa mojang ini syar'i sekali hahah :)

mungkin ia lebih mudah disebut jeng salman hahah


 
dan ini lah akhir dari cerita kami, berfoto ria bersama teman seperjuangan. pasti akan di rindukan sepanjang massa. terimakasi yaaah fresh reader udah mampir ke blog saya. see you on the next blog :) bye-


Rabu, 11 November 2015

MENCARI CELAH BERTEMU AYAH

Dalam batinku aku mengenalmu, tapi mata ku tak pernah melihatmu.
Dalam lubuk hatiku aku merindukanmu.. sosok yang tak pernah ku ingat sebelumnya.
Aku sempat berfikir apakah hidupku ini nyata?
Apa aku benar-benar pernah dilahirkan ke bumi ini?
Atau hidup ini hanya mimpi-mimpi semata?
Aku tak pernah ingat kapan aku mengenalmu, tapi mimpi ku besar ingin bertemu denganmu.

Ayah.. apakah bumi ini menyembunyikanmu?
Ada kah engkau menggendong ku di saat aku menangis terkejut mengenal dunia ini?
Ada kah setitik rindumu untuk jiwaku?
Ayah.. Pernah kah engkau menyayangi ku dalam pelukmu?
Pernahkah engkau menitikan air mata dan menyebutku dalam doa mu?

Ayah.. di belahan bumi manapun engkau berada, aku tetap menginginkanmu.
Meski raga tak pernah bertemu, aku tetap mencintaimu.
Meski waktu belum sempat merekayasa pertemuan kita, aku tetap yakin akan hadirmu.


v  Selamat hari ayah dimana pun engkau berada. Meski rasa benci pernah menyelimutiku, aku tetap ingin melihat wajah yang termahsyur tampan itu. Ayah ampuni aku, izinkan aku bertemu barang 5 detik saja untuk sekedar melihat alis di wajahmu.

Selasa, 26 Mei 2015

BUMBU LANGIT YANG KEJAM

malam yang begitu sepi, aku lihat kelip bintang yang bergantungan dilangit..
kelip bintang itu mengingatkan aku pada kunang-kunang yang menari, sudah lama aku tak melihaatnya..
langitku kini sudah di hiasi oleh asap dari rumah-rumah raksasa yang berbaris disana..
tak ada lagi lapangan, tak ada lagi kehijauan, tak ada lagi cinta-cinta kecil kita..
yang tersisa hanya kupu-kupu berwarna gelap dengan jubahnya yang terkoyak..

kemana desa ku yang dulu indah..
sungai yang dulu sejernih langit disiang haripun berganti warna menjadi senja..
warna air yang mengalir disana bagaikan pelangi yang elok setelah hujan..
kini aku hidup ditengah-tengah kebisingan, dan kawanannya..

rasanya aku ingin bernafas lega, tapi malah sesak kurasa..
manusia-manusia itu bagaikan kawanan robot yang terprogram..
semua kepala tertunduk pada materil..
seolah mereka akan mati jika tak lakukan.

Miris, di siang hari aku melihatnya..
Kawanan prajurit kecil itu bermain bola di jalan-jalan tikus..
Menunggu datangnya hujan untuk menyegarkan tubuh mereka yang dahaga..
Namun sayang, hujan yang membasahi tubuh mereka pun tak cukup membantu..
Ingat langit kita sudah di bumbui dengan apa?
Ya itulah.. itulah langitku kini..

Minggu, 10 Mei 2015

Kesakitan Dalam Angan

bahagianya aku melihat seorang anak kecil di timang, dipangku..
aku rasa, aku tak pernah merasakannya..
masa kecil ku di dampingi oleh berbagai pengasuh..
apa aku tak pantas mendapatkan kasih sayangnya?

aku ini juga manusia, sama seperti anak lain..
aku ingin merasakan kasih sayangnya..
kepeduliannya, kepercayaannya..
apa aku boleh merasakannya?
boleh..?

tapi aku tak pernah..!
banyak kepedihan yang ku saksikan !
kepedihan ku melihat itu semua !
sampai kini pun aku tak sanggup mengingatnya !
tapi bayangan itu, terkadang selalu menghantui hidupku !

Ayah.. tak dapat kah aku menggapai pundakmu ?
meraih tanganmu ! mencuri hatimu dengan kecantikan ku saat ini?
kenapa seolah kau tak pernah menginginkan kehadiran ku?
apa yang salah ?

apakah ibuku melukai mu?
atau kau terhasut paras SETAN yang anggun dan jelita?
apa aku tak pantas melihat hidung mu !!
APA AKU TAK PANTAS?

ayah.. izinkan aku mengenalmu..
beri aku kesempatan menatap wajahmu..
aku ingin.. sebelum lubang kubur membatasi kita !




Rabu, 06 Mei 2015

Nugraha Cinta Pertama




Hari itu aku melihat wajahmu jelas, tepat dari sudut kiri mu.
Kau tolehkan pandangan mu pada langit yang begitu gelap dan mengkhawatirkan angin yang mengamuk disana.
Kilat petir dilangit pun menunjukkan aura yang seolah tak sudi melihat kebersamaan kita..

Pandanganku teralihkan wajahmu..
Lekuk halus mata mu, mengingatkan ku pada putri malu..
Hidungmu, terlihat lebih mancung dari sini..
Aku pun tak gusar memandangi lelaki yang pernah menjadi bahagiaku dulu..

Berbalas pandanganmu tajam, seolah ingin menerkam aku yang hanyut akan pesona..
Terhanyut ku dalam bayangan masa kecil kita dulu..
Kau bawa aku pergi menikmati pesona hijau bukit berhias rumput dan warna-warni bunga..
Kawanan ilalang itu menunduk, seolah tersipu dengan kemesraan kita berdua..

Tersadar aku dalam tawa dan canda kita dulu, mungkin kah aku jatuh cinta?
Sejauh mata memandang hanya kau dan tumpukan bukit yang mengayunkan mataku..
Haaahh.. indahnya waktu itu..
Sejuk, segar.. Lampu yang cerah itu tak redupkan mata ku melihat alam, dan sosokmu yang tak terlupakan.. J

Kau bawa aku larut dalam tawa mu, seluruh bahagiamu.. ku nikmati itu..
Ingin ku teriakan bahagiaku saat itu, habiskan waktu sepanjang hari berdua..
Apa kau ingat kisah cinta kita dulu ? kisah itu paling berkesan untukku.
Sungguh.. Aku begitu bahagia saat kamu ada..

Nugraha.. Sang cinta Maha karya-Nya yang indah, hadirlah menjadi nyata untuk jiwa ku..
Warnai hariku dengan keindahan cintamu..
Buatlah aku merasa teristimewa..
Nugraha cintaku.. telah ku panjatkan doa ku pada-Nya..
Selamat ulang tahun, berbahagialah kamu dari ketiadaan diriku..

Rabu, 29 April 2015

orang kecil butuh makan!

Makan..!! Makan..!!
Kesejahteraan untuk kami adalah makan!
Dapur ngebul, anak bisa makan!
Tapi untuk perut saja kami harus berhutang!

Tak lantas lezatnya makanan yang kami kunyah ini tertelan sampai perut!
Karena hutang kami selalu bertambah tiap harinya.
MAKAN...!!!!
perilaku kami kian hari makin membuas layaknya binatang liar kelaparan!
Jika hidup kami enak seperti kalian, makan tanpa beban maka kami pun tak lakukan !

Dihadapkan dengan pilihan, ini lah hidup kami ! Memilih mati kelaparan atau menerkam, mencekram apapun yang kami lihat.

Ini naluri kami semua! Memberikan gizi yang cukup untuk hak perut kami !
Untuk mempertahankan hidup kami !
Untuk melanjutkan keturunan kami !

Banyak juga yang tlah dikorbankan, nyawa pribadi, juga nyawa sanak sekeluarga!
Tapi makan! Hal terpenting yg harus terpenuhi !

Kau pikir hanya yang berpakaian necis dan berambut klimis saja yang berhak menyatap kelezatan makanan?
Aku yang mengukir tubuhku dengan keruncingan jarum pun harus menikmati kelezatannya!
Akulah generasi anti kemunafikan !
Ku lakukan ini semua tanpa menyembunyikannya dari pakaian tebal hitam nan rapih!

Jika ingin ku makan, MAKAN! akan ku habisi tanpa sisa.
Akan kubagi kenikmatan ini untuk anak-anakku. Jangan sesekali kau usik ini !

Selasa, 28 April 2015

berkataku dalam diam-mu

hari itu terulang kembali, hari dimana kau berikan senyum padaku
kita saling bertatap, tapi aku tak dapatkan cinta juga kasih sayang dari mata dan mulutmu.

terjadi lagi, kita kembali bersama di tempat yang masih sama.
tapi hanya sebagai teman. bahkan aku tak tahu kau anggap aku apa?
ku ikuti saja alurnya..

kau genggam tanganku, perutku tergelitik.
kau tatap mata ini dalam, aku tak sanggup lebih lama menatap mu.
hati yang senang bercampur ragu ini saling memarangi pikiranku.
jantung yang berdebar cepat, memaksaku untuk pergi dan berlari menjauhimu.

ku hembuskan nafas lebih dalam lagi, dan hati ku berkata,
"aku membohongi diriku sendiri, ternyata aku masih ingin memilikimu"
salahkah aku?
namun rasa takut ini selalu menghantui. apa yang salah dengan ini?

aku tak ingin pergi pun tak ingin mengejarmu.
tapi rasa ini terus memaksaku selalu dekat denganmu. salah kah diri ini?
kau...!!!!! berkatalah..!! ku mohon berkatalah meski hanya satu kalimat.
aku ingin mendengarnya.
apa yang harus ku lakukan ini?