Rabu, 06 Mei 2015

Nugraha Cinta Pertama




Hari itu aku melihat wajahmu jelas, tepat dari sudut kiri mu.
Kau tolehkan pandangan mu pada langit yang begitu gelap dan mengkhawatirkan angin yang mengamuk disana.
Kilat petir dilangit pun menunjukkan aura yang seolah tak sudi melihat kebersamaan kita..

Pandanganku teralihkan wajahmu..
Lekuk halus mata mu, mengingatkan ku pada putri malu..
Hidungmu, terlihat lebih mancung dari sini..
Aku pun tak gusar memandangi lelaki yang pernah menjadi bahagiaku dulu..

Berbalas pandanganmu tajam, seolah ingin menerkam aku yang hanyut akan pesona..
Terhanyut ku dalam bayangan masa kecil kita dulu..
Kau bawa aku pergi menikmati pesona hijau bukit berhias rumput dan warna-warni bunga..
Kawanan ilalang itu menunduk, seolah tersipu dengan kemesraan kita berdua..

Tersadar aku dalam tawa dan canda kita dulu, mungkin kah aku jatuh cinta?
Sejauh mata memandang hanya kau dan tumpukan bukit yang mengayunkan mataku..
Haaahh.. indahnya waktu itu..
Sejuk, segar.. Lampu yang cerah itu tak redupkan mata ku melihat alam, dan sosokmu yang tak terlupakan.. J

Kau bawa aku larut dalam tawa mu, seluruh bahagiamu.. ku nikmati itu..
Ingin ku teriakan bahagiaku saat itu, habiskan waktu sepanjang hari berdua..
Apa kau ingat kisah cinta kita dulu ? kisah itu paling berkesan untukku.
Sungguh.. Aku begitu bahagia saat kamu ada..

Nugraha.. Sang cinta Maha karya-Nya yang indah, hadirlah menjadi nyata untuk jiwa ku..
Warnai hariku dengan keindahan cintamu..
Buatlah aku merasa teristimewa..
Nugraha cintaku.. telah ku panjatkan doa ku pada-Nya..
Selamat ulang tahun, berbahagialah kamu dari ketiadaan diriku..

Rabu, 29 April 2015

orang kecil butuh makan!

Makan..!! Makan..!!
Kesejahteraan untuk kami adalah makan!
Dapur ngebul, anak bisa makan!
Tapi untuk perut saja kami harus berhutang!

Tak lantas lezatnya makanan yang kami kunyah ini tertelan sampai perut!
Karena hutang kami selalu bertambah tiap harinya.
MAKAN...!!!!
perilaku kami kian hari makin membuas layaknya binatang liar kelaparan!
Jika hidup kami enak seperti kalian, makan tanpa beban maka kami pun tak lakukan !

Dihadapkan dengan pilihan, ini lah hidup kami ! Memilih mati kelaparan atau menerkam, mencekram apapun yang kami lihat.

Ini naluri kami semua! Memberikan gizi yang cukup untuk hak perut kami !
Untuk mempertahankan hidup kami !
Untuk melanjutkan keturunan kami !

Banyak juga yang tlah dikorbankan, nyawa pribadi, juga nyawa sanak sekeluarga!
Tapi makan! Hal terpenting yg harus terpenuhi !

Kau pikir hanya yang berpakaian necis dan berambut klimis saja yang berhak menyatap kelezatan makanan?
Aku yang mengukir tubuhku dengan keruncingan jarum pun harus menikmati kelezatannya!
Akulah generasi anti kemunafikan !
Ku lakukan ini semua tanpa menyembunyikannya dari pakaian tebal hitam nan rapih!

Jika ingin ku makan, MAKAN! akan ku habisi tanpa sisa.
Akan kubagi kenikmatan ini untuk anak-anakku. Jangan sesekali kau usik ini !

Selasa, 28 April 2015

berkataku dalam diam-mu

hari itu terulang kembali, hari dimana kau berikan senyum padaku
kita saling bertatap, tapi aku tak dapatkan cinta juga kasih sayang dari mata dan mulutmu.

terjadi lagi, kita kembali bersama di tempat yang masih sama.
tapi hanya sebagai teman. bahkan aku tak tahu kau anggap aku apa?
ku ikuti saja alurnya..

kau genggam tanganku, perutku tergelitik.
kau tatap mata ini dalam, aku tak sanggup lebih lama menatap mu.
hati yang senang bercampur ragu ini saling memarangi pikiranku.
jantung yang berdebar cepat, memaksaku untuk pergi dan berlari menjauhimu.

ku hembuskan nafas lebih dalam lagi, dan hati ku berkata,
"aku membohongi diriku sendiri, ternyata aku masih ingin memilikimu"
salahkah aku?
namun rasa takut ini selalu menghantui. apa yang salah dengan ini?

aku tak ingin pergi pun tak ingin mengejarmu.
tapi rasa ini terus memaksaku selalu dekat denganmu. salah kah diri ini?
kau...!!!!! berkatalah..!! ku mohon berkatalah meski hanya satu kalimat.
aku ingin mendengarnya.
apa yang harus ku lakukan ini?

Rabu, 08 April 2015

AWAL HUJAN DITENGAH KEMARAU

Deras hujan membasahi bumi.
memberi keteduhan untuk tanaman kering.
memberi cinta untuk lahan tandus.

Inilah saat yang paling ku nanti.
awal hujan ditengah kemarau.
wangi begitu wangi ku hirup,
bau tanah kering diguyur hujan.

saat ku hirup bau wanginya, sejuk ku rasa.
terpejam mataku nikmati aroma sejuk bau tanah.
sayang bau itu hanya ku rasakan di awal hujan.
maka aku selalu menunggu bau tanah di awal hujan.

kasih,
beri aku aroma sejuk itu.
aroma yang dapat meluluhkan semua jiwa.
kasih,
berikan ku awal hujan di tengah kemarau :)

Sabtu, 28 Maret 2015

TITIPAN RINDUKU


Malam telah ditelan mentari, embun pagi menyambut hangatnya dunia..
Ku buka mata dengan angan yang masih beterbangan..
Masih melayang jauh jiwaku bersama angan..

kini ku dengar kicau burung bernyanyi menyambut hati yang sunyi..
menyapa jiwa ku dengan ucapan selamat pagi..
cerahnya hari ini membangkitkan gairah semangatku bernyanyi..
melukiskan indahnya langit mentari, bersama burung yang menari..

satu di antara burung-burung itu mendekat pada ku..
seolah mengajakku bernyanyi dan menari bersama..
ucapku dalam hati pada burung itu “cik, cik.. pergilah.. bawa rinduku untuknya”
lalu senyumku membiarkannya pergi membawa rindu.

Kasih, rasaku tak pernah berubah..
Rindu dalam jiwa ini selalu menyakiti ragaku..
Sampaikah rindu ku pada mu?

JERIT PENYESALAN

Tuhan.. sudikah kiranya Engkau mengampuni jiwa raga yang hina ini?
sudikah kiranya engkau melihat aku memohon dengan tangis penuh penyesalan..
raga ini seperti telah membusuk dalam dunia fana..
jiwa ini seperti tak ada sisa putih lagi..


masih adakah sisa pengampunan untukku Tuhan?
sudikah kiranya Engkau memberiku kesempatan memasuki tampat itu?
tempat yang termahasyur indah dengan segala yang tak pernah ku temui didunia.
sudikah kiranya Engkau menuntunku ke lorong itu?


Tuhan.. izinkan aku merayu-Mu dengan doa yang ku panjatkan ini..
berilah aku perhatian-Mu..
dengarlah rayuanku ini..
"jangan biarkan aku memasuki Lubang Hitam" itu..
lubang yang termahsyur jahat, hina, dan menakutkan..

aku ingin selalu bersama-Mu.. tegurlah aku jika aku mulai menjauh dari-Mu..

Senin, 23 Maret 2015

TENGGELAM DALAM KE EGOISAN

Tahukah kamu, banyak kemungkinan kebenaran yang ku dengar tentang dirimu..
sulit kupercaya, karena keadaan yang pernah kita dapati bersama tak seperti yang mereka katakan. entahlah itu hanya wacana mereka yang ingin merusak kebahagiaanku atau melindungi aku dari dirimu.
bukan aku yang ingin mencari tahu kebenaran tentang dirimu, tapi justru mereka yang selalu menghadap ku dengan pernyataan yang membuatku bertanya-tanya. benarkah? haruskah ku percaya?
bahkan hati ini pun mulai ragu dengan segala yang ku rasakan, memang sepertinya tak pantas aku seperti ini karena jauh disana ada orang yang mungkin lebih mengharapkanmu kembali. lalu aku bagaimana?
mungkin Tuhan mempertemukan kita untuk saling mengevaluasi diri kita, tak banyak perubahan yang ku lihat dari dirimu. bukannya hati ini ingin memilikimu, "TIDAK"! hanya hatiku sedikit terusik dengan semua kebetulan-kebetulan itu.
semua itu tak berjalan sesuai harapan ku, apa yang harus ku lakukan?

jika kebahagiaan yang kurasakan saat bersamamu hanya kebohongan semata, aku tak ingin tahu kebenaran apapun. jika tawa kita saat itu hanya ilusi semata aku tak ingin semua itu menjadi nyata. biarlah itu semua menjadi ilusi jika memang kenyataan itu pahit.

yang ku tau pasti, aku bahagia dengan kau, mereka, dan semua yang berada didekatku. tak ingin u tafsirkan ragu yang ku rasakan ini biarlah seperti ini.